Banyaknya berbagai kasus ketidak harmonisan rumah tangga akhir-akhir ini membuat kita prihatin.
Kedamaian dan ketentraman rumah tangga bukan hanya faktor ekonomi ( Materi ) walaupun berkecukupan/berlimpah harta, harus diakui bahwa tanpa adanya status ekonomi yang mapan sebuah rumah tangga di katakan kurang ideal.
Sering kita melihat dan mendengar dari berbagai mass median sudah banyak diungkap aneka problem kehidupan khususnya rumah tangga yang tidak harmonis,Dari mulai kenakalan anak-anak, remaja hingga kenakalan orang para orang tua yang tak tahu diri. Kenakalan orang tua bisa kita ibaratkan sebagai kenakalan anak remaja tanpa berkaca diri pada tingkah laku diri sendiri. Tak sedikit banyak orang sudah berkeluarga yang main selingkuh, juga para orang tua tak segan melakan tindakan kejahatan susila dlsb
Anak yang berkelakuan kurng baik bisa jadi dari keturunan, namun ada juga anak nakal karenatia hari melihat dan merasakan kejadiankejadian didalam rumah tangga yang tidak harmonis.
Sering orang tua melarang anaknya berkelakuan kurang baik akan tetapi justru orang tua secara sengaja maupun tidak melakukannya dan hal itu sesuatu yang biasa, hal ini membuat sikap anak tidak mengindahkan larangan itu.
Bigitu juga dengan seorang ibu yang berharap anak-anak menaruh hormat dan berbakti, akan tetapi dirinya sendiri kurang menghargai/menghormati suaminya dalam arti yang sebenarnya, sering bertengkar didean anak-anak dianggap sesuatu hal yang biasa.
Rumah tangga yang tentram dan damai haruslah tercipta semenjak dini di mulai dari masasa lingjatuh cinta/berpacaran. Ketika pernikahan telah mengikat tali kasih maka saat itupula tertanam rasa tanggung jawab bahwa mereka sedang mulai membangun mahligai rumah tangga bahagia.
Karena itu tingkah laku dan tindak tanduk suami istri tidak hanya untuk dirinya sendiri, mereka harus memikirkan masa depan calon anak-anak yang bakal lahir.
Semenjak pernikahan berlangsung suami istri harus hidup secara baik-baik, mencari nafkah dengan baik dan halal, karen rizqi yang halal membuat hati dan pikiran suami istri dan calon anak-anak menjadi terang, jernih cerdas dan lapang, sebaliknya nafkah yangdidapat dari kurang baik apalagi makanan dan minuman yang jelas-jelas haram akan menimbulkan pikiran keruh dan hati sumpek, sehingga jasad/tubuh malas diajak beribadah keada Tuhan YME. Padahal ibadah itu sangat perlu dan penting, karena dengan ibadah akanterbinalah iman dan taqwa di dada ada cobaan apapun hati kita tidak bakalan goyah, tidak tergoda oleh bujuk rayu hal-hal yang dilarang oleh agama.
No comments:
Post a Comment